FGD Penyusunan Pedoman Safety Code Wisata Petualangan di Sulsel

FGD Safety Code Wisata Petualangan

Pemerintah Indonesia menempatkan Pariwisata di urutan kedua pada sektor unggulan pembangunan 2018. Dan kekayaan alam Indonesia yang menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara merupakan peluang besar
bagi pengembangan pariwisata petualangan.

FGD Safety Code Wisata Petualangan

Pariwisata petualangan yang sebagian besar mengandalkan alam sebagai daya tarik wisatanya merupakan salah satu bentuk pembangunan kepariwisataan berkelanjutan Oleh karena itu, prinsip pembangunan kepariwisataan berkelanjutan harus diterapkan di setiap tahapan pengembangan pariwisata petualangan. Prinsip lainnya yang juga harus diterapkan dalam pengembangan pariwisata petualangan adalah prinsip pembangunan kepariwisataan berbasis masyarakat, prinsip keterpaduan pembangunan lintas sektor, dan prinsip tata kelola yang baik.

Bertempat di Hotel Santika Makassar, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Safety Code Wisata Petualangan pada Kamis, 8 November 2018. Makassar adalah kota keempat tempat dilaksanakannya FGD ini setelah sebelumnya juga diadakan di
Jakarta, Bandung, dan Padang.

FGD Safety Code Wisata PetualanganFGD Safety Code Wisata Petualangan

Acara ini dihadiri oleh bapak Kusnoto, Kabid Wisata Petualangan yang juga bertindak sebagai moderator, bapak Alexander Reyaan (Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan), ibu Amalia Yunita (Ketua Tim Percepatan Wisata Petualangan), bapak Gendon Subandono (Anggota Tim Percepatan Wisata Petualangan), bapak Cahyo Alkantana (ketua IATTA), serta perwakilan dari berbagai Asosiasi dan operator usaha pariwisata
di Sulawesi Selatan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan yang dibacakan oleh Sekretaris Disbudpar Prov. Sulawesi Selatan, bapak Nuryadin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apreisasi yang sangat besar atas terlaksananya FGD Penyusunan Pedoman Safety Code Wisata Petualangan dan berharap dengan
kegiatan ini maka potensi wisata petualangan di Sulawesi Selatan akan lebih tereksplore dengan baik.

“Sulawesi Selatan sendiri merupakan daerah pengembangan Destinasi Pariwisata Indonesia di luar Jawa dan Bali yang memiliki berbagai potensi Daya Tarik Wisata (DTW) baik itu di kategori Nusa, Tirta maupun Dirgantara”, demikian pemaparan Drs. H Takdir H. Wata, M.Ap dari Disbudpar Sulsel.

Destinasi pariwisata petualangan di Sulawesi Selatan, antara lain :
Destinasi Wisata Toraja :

  • Rafting arung jeram Sungai Maiting dan Sungai Saddang
  • Tracking Gunung Kandora ke Suaya
  • Tracking Baruppu Toraja ke Mamasa
  • Tracking Pallawa Batutumonga ke Tikala
  • Tracking Deri ke Bori
  • Tracking Kebun Kopi Boking (dipandu karyawan perusahaan perkebunan)
  • Tracking Ollong Toraja
  • Tracing Kebun Kopi Nanggala

Destinasi Pariwisata Enrekang/Luwu/Luwu Utara

  • Tracking Gunung Latimojong
  • Tracking dan Motor Ojek Rongkong, Rampi dan Seko (Kab. Luwu Utara)
  • Destinasi Pariwisata Gowa
  • Tracking Gunung Bawakaraeng
  • Kawasan Wisata Takapala Malino (untuk sepeda gunung)
  • Destinasi Pariwisata Maros-Pangkep
  • Panjat Tebing/Tracing Gunung Bulusaraung
  • Tracing antara Kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang dan Taman
  • Prasejarah Sumpang Bita
  • Destinasi Pariwisata Maros
  • Tracking Pattunuang Asue, Biseang La’boro, Parang Tembok (daya tarik utama Tarsius, Macacamaora).
  • Destinasi Pariwisata Barru
  • Tracing Celebes Canyon
  • Lappalaona Pujananting

“Penyusunan Safety Code Wisata Petualangan ini bertujuan untuk memberikan pedoman bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata dalam menyelenggarakan wisata petualangan di daerah agar memberikan peningkatan kualitas produk pariwisata dalam hal mengurangi tingkat kecelakaan di lokasi wisata” terang bapak Alexander Reyaan.

“Meskipun pengkategorian Wisata Petualangan masih memiliki perdebatan di beberapa atraksi wisata, namun penyusunan Safety Code Wisata Petualangan adalah hal yang mutlak harus dilakukan, demi peningkatan layanan pariwisata Indonesia. Untuk itu, tahun 2018 ini penyusunan Safety Code Wisata Petualangan adalah bersifat global, dan secepatnya di tahun 2019 akan disusun safety code yang lebih spesifik untuk tiap kategori atraksi wisata petualangan”, jelas ibu Amalia Yunita, ketua
Tim Percepatan Wisata Petualangan.

FGD Safety Code Wisata Petualangan

Bapak Gendon Subandono menjelaskan tentang 7 Kode Keselamatan Wisata Petualangan, yang disingkat “SELAMAT”, yaitu :
1. SDM yang kompeten, memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku yang dibutuhkan wisata petualangan
2. Energi dan kebugaran fisik yang terjaga untuk melakukan wisata petualangan
3. Lokasi wisata petualangan yang dipahami sesuai dengan adanya perubahan akibat cuaca
4. Alat, sarana dan pra sarana yang berkualitas dan memenuhi standar
5. Manajemen wisata petualangan yang terencana dengan matang
6. Alam yang dijaga dan dilestarikan
7. Terapkan standar operasional prosedur yang berlaku lokal dan global

Acara ditutup dengan penyampaian saran dan harapan dari semua pihak yang hadir, terutama dari pelaku usaha pariwisata, agar kedepannya melalui pedoman ini tercipta harmonisasi dan keterpaduan pembangunan kepariwisataan di destinasi pariwisata petualangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *