AM Sukri Sappewali Lepas Peserta JHK Part 3 Bupati dan Ketua DPRD Bone Ikut Jadi Rider


Bulukumba,- Event olahraga offroad Jelajah Hutan Karet (JHK) kembali digelar untuk yang ketiga kalinya secara berturut-turut di Kabupaten Bulukumba. Event adventure yang mengeksplore kawasan hutan karet ini diikuti oleh 137 mobil offroad. Diantara peserta tersebut nampak Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi dan Ketua DPRD Bone Andi Akbar Yahya, serta Kapolres Bone AKBP Kadarislam. Selain itu anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bulukumba juga ikut menjadi peserta, seperti Dandim, Kapolres, Kajari, dan Ketua Pengadilan Negeri Bulukumba.

Jelajah Hutan Karet merupakan salah satu event dari kalender pariwisata Bulukumba. Ketua Panitia, H Axi Safiuddin menuturkan pada event kali ini peserta memilih dua kategori, yaitu Fun Adventure Offroad dan Ektreme Adventure Offroad.

“Yang suka goyang Inul masuk kategori Ektreme. Yang jelas kita akan masuk menjelajahi hutan karet sampai hari Minggu besok, dan finish di Panrang Luhu Tanjung Bira,” kata Axi dalam laporannya saat pelepasan peserta JHK Part 3 di lapangan Pemuda, Sabtu 23 Februari 2019.

Lebih lanjut, H Axi menuturkan jika pihaknya (IOF Bulukumba) kerjasama dengan Dinas Pariwisata berencana menjadikan event ini sebagai event tersendiri dalam skala nasional pada tahun mendatang.
“Luas area hutan karet kurang lebih 600 hektar sangat memungkinkan untuk kita laksanakan kegiatan event nasional seperti di Palembang Sumatera Selatan,” ungkap anggota DPRD Bulukumba ini.

Sementara itu, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali menyampaikan selamat datang peserta kepada peserta dari luar kabupaten Bulukumba. Menurutnya, para peserta ini akan menjadi duta wisata terhadap pesona alam Kabupaten Bulukumba. Selain untuk menyalurkan hoby dalam memacu andrenalin, AM Sukri Sappewali juga berharap kegiatan ini sebagai ajang silaturrahim antara sesama pecinta mobil offroad. Dapat saling berbagi, dan saling bertukar pengalaman.

JHK merupakan event yang memadukan antara olahraga adventure dengan pariwisata alam, sehingga pemerintah daerah sangat memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Perlu kami sampaikan kepada para peserta, bahwa pemerintah saat ini telah membuka obyek wisata baru yang dikenal dengan titik nol, yang mana berdasarkan pemetaan Jepang dulu, lokasi titik nol ini berada pada ujung paling bawah pulau Sulawesi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *